Senin, 07 Agustus 2017

Tempat Wisata di Boyolali

Boyolali adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan di kenal sebagai daerah penghasil susu sapi. Boyolali yang juga berdekatan dengan Kota Solo ini ternyata mempunyai potensi wisata lumayan banyak jumlahnya. Berikut adalah beberapa destinasi wisata yang ada di Boyolali yang berhasil Dambiro Tour & Travel rangkum.

1. Tlatar
Obyek Wisata Tlatar memiliki 2 buah kolam pemandian dengan mata air jernih. Nama pemandiannya adalah Umbul Asem dan Umbul Pengilon. Selain hari - hari biasa dan liburan, tempat wisata yang satu ini juga akan ramai kunjungan ketika bulan puasa atau ramadhan. Hal ini disebabkan adanya sebuah tradisi bernama padusan yang memang biasa di laksanakan di Tlatar.


Padusan merupakan suatu tradisi mandi bersama - sama yang di laksanakan menjelang bulan ramadhan dengan tujuan agar badan bersih dan suci ketika memasuki bulan puasa. Ritual mandi di lakukan oleh warga secara bersama - sama di Pemandian Tlatar.
Selain itu di tempat wisata ini kita bisa jumpai kolam pemancingan lengkap dengan rumah makan yang menyediakan berbagai menu lezat berbahan dasar ikan air tawar seperti nila, mujair, gurameh, lele, dan lain sebagainya. Tempat ini banyak di manfaatkan untuk melakukan acara seperti syukuran atau reuni.

2. Pemandian Umbul Pengging
Tempat wisata di boyolali berikutnya adalah umbul pengging. Pemandian ini menyimpan nilai sejarah yang tinggi dengan arsitekturnya yang masih kuno. Konon pemandian ini adalah tempat istirahat Raja Kasunan Surakarta. Pemandian yang terdapat di Kompleks Pengging tersebut juga dipakai sebagai tempat mandi atau pemandian dari keluarga kerajaan.


Pemandian di tempat ini cukup menarik perhatian banyak wisatawan. Mulai dari tempatnya yang berbeda dari pemandian lainnya, udara sejuk yang di kelilingi oleh pepohonan yang rindang dan suasana yang cukup sunyi adalah nilai tambahnya.

3. Waduk Bade
Di Boyolali juga terdapat sebuah danau buatan atau waduk yang di manfaatkan sebagai lokasi wisata bernama Waduk Bade. Waduk yang satu ini di bangun dengan tujuan untuk perikanan, irigasi atau pengairan, serta sebagai salah satu obyek wisata yang banyak di kunjungi terutama oleh warga Boyolali dan sekitarya.


Selain untuk perikanan, waduk ini di jadikan tempat wisata karena pemandangan alam sekitar yang cukup indah. Pepohonan yang menghiasi pinggir waduk membuat rindang bagi para pengunjung yang datang. Melihat pemandangan sekitar waduk dengan hembusan angin semakin menarik perhatian para wisatawan sekitar.

4. Waduk Cengklik


Satu lagi obyek wisata waduk yang terdapat di Boyolali bernama Waduk Cengklik. Di sini selain kita dapat menyaksikan pemandangan yang indah sambil menikmati kuliner berbahan ikan air tawar, anda juga dapat memuaskan hobi memancing anda. Ya, tempat ini sangat cocok bagi anda yang menyukai kegiatan mancing. Waduk yang identik dengan ikan air tawar akan menarik perhatian para wisatawan untuk berkunjung, oleh karenanya tempat ini tak pernah sepi pengunjung terlebih saat di hari libur atau weekend. Alamat obyek wisata Waduk Cegklik : Dukuh Cengklik, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

5. Gunung Merapi dan Merbabu
Tempat wisata di boyolali selanjutnya adalah gunung merapi dan gunung merbabu. Lokasi kedua gunung ini berdampingan dengan sebuah kota diapit gunung yang masih termasuk ke dalam wilayah Boyolali bernama Kecamatan Selo. Di sini ada pos pendakian Gunung Merbabu dan Merapi. Dari kedua gunung tersebut yang ramai di minati para pendaki adalah pendakian menuju Puncak Merapi, yang apabila di tempuh dari Selo hanya butuh waktu 4 jam. Sementara untuk menaklukkan Puncak Merbabu dari Selo ini butuh waktu lebih lama, sekitar 8 jam perjalanan.


Jalur Selo ini pun menjadi penghubung Kota Boyolali dan Magelang. Sepanjang perjalanan melewati Jalur Selo, kita akan di suguhi pemandangan alam yang memukau. Puncak Gunung Merapi dan Merbabu juga bisa kelihatan jelas. Apalagi Puncak Merapi yang tertutup lahar dingin di bagian ujungnya, dapat tampak jelas dari jalur itu. Akan tetapi perlu berhati - hati apabila melewati jalur yang satu ini karena jalurnya lumayan berbahaya.

6. Air Terjun Kedung Kayang


Jika anda ingin berwisata ke lokasi yang indah dan sejuk, pilihlah obyek wisata Air Terjun Kedung Kayang. Sebetulnya lokasi air terjun ini masih belum jelas, apakah masuk Magelang atau Boyolali karena ada di perbatasan. Letaknya berada di antara Gunung Merbabu dan Merapi serta aliran airnya pun lumayan deras. Alamat : perbatasan Desa Wonolelo, Magelang dengan Desa Klakah, Boyolali

7. Kampung Lele
Sesuai dengan namanya, ketika sampai di obyek wisata yang satu ini. Anda akan melihat banyak ikan lele yang di pelihara oleh sebagian besar warga desa. Ya, desa ini di tetapkan sebagai Kampung Lele sejak tahun 2006 oleh Gubernur Jawa Tengah yang menjabat pada waktu itu (Bapak Mardiyanto).


Kampung ini juga pernah di kunjungi oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Di Kampung Lele kita bisa belajar bagaimana caranya beternak ikan berkumis panjang itu dengan baik sampai dengan melihat olahan dan cara mengolah ikan lele menjadi beraneka macam makanan yang tentunya membuat lidah  ketagihan, salah satunya adalah abon lele. Alamat : Desa Tegalrejo, Mangkubumen, Kecamatan Sawit, Boyolali.

8. Waduk Kedung Ombo


Satu lagi obyek wisata yang berupa danau buatan atau waduk yang ada di Boyolali. Namanya adalah Waduk Kedung Ombo. Selain cocok untuk kegiatan memancing, waduk ini pun memiliki hutan yang biasa dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Pemandangan di waduk kedung ombo ini tak kalah menarik dari waduk - waduk lainnya. Alamat : Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu.

9. Makam Ki Ageng Kebo Kenanga


Pasti anda bertanya - tanya siapakah Kebo Kenanga itu? Kebo Kenanga merupakan cucu dari Prabu Brawijaya V (Raja Terakhir Majapahit) yang memang bermukim di Pengging, Boyolali, sehingga mendapat julukan Ki Ageng Pengging. Kebo Kenanga lalu memiliki seorang putra bernama Joko Tingkir yang di masa selanjutnya menjadi Sultan Kerajaan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijoyo. Makam Kebo Kenanga tak jauh dari Pemandian Pengging. Wisata religi yang satu ini selalu ramai oleh kunjungan para pelancong.

10. Agrowisata Sapi Perah Cepogo
Boyolali yang terkenal sebagai penghasil susu sapi perah ini memiliki salah satu obyek wisata berupa Agrowisata Sapi Perah Cepogo. Ya, produk susu sapi kebanyakan memang berasal dari Kecamatan Cepogo. Di agrowisata ini para pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana cara beternak sapi perah yang baik, cara memberi makan sapi, manajemen kandangnya, sampai dengan proses memerah susu.


Salah satu kegiatan yang paling di sukai pengunjung ketika berwisata ke tempat ini adalah merasakan pengalaman memerah susu sapi sendiri. Nah, itu menjadi pengalaman menarik dan tak akan terlupakan selain menyaksikan proses pemeliharaan sapi perah secara langsung. Kalau sudah selesai memerah susunya, kita pun bisa meminum susu sapi hasil perahan sendiri, tentunya dengan di masak terlebih dahulu, ya.

11. Bendungan Sidorejo
Tempat wisata di boyolali berikutnya adalah bendungan sidorejo. Bendungan yang di manfaatkan sebagai sarana pengairan atau irigasi dan juga lokasi wisata ini letaknya agak tersembunyi. Padahal pemandangan alam di obyek wisata ini sangat indah, lho. Sayang sekali karena lokasi yang kurang strategis atau jauh dari jalan raya membuat tempat wisata yang satu ini sepi kunjungan wisatawan. Alamat : Desa Ngleses, Sidorejo, Kecamatan Juwangi, Boyolali.


12. Makam R.Ng. Yosodipuro
R. Ng. Yosodipuro, salah satu pujangga besar dari keluarga Kerajaan Mataram. Karya - karyanya masih terkenal sampai dengan saat ini. Beberapa di antaranya adalah Serat Rama (saduran kakawin Ramayana), Serat Bratayuda (saduran dari kakawin Bharatayuddha), Serat Ajuna Sasrabahu (saduran dari kakawin Arjuna Wijaya), dan Serat Mintaraga (Saduran dari kakawin Arjuna Wiwaha). Makam Yosodipura dekat dengan Pemandian Pengging. Beliau wafat pada 1802 dan mempunyai cicit bernama Ranggawarsita.


13. Pesanggrahan Pracimoharjo


Pesanggrahan Pracimoharjo terletak di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Pesanggrahan di dirikan oleh sunan PB VI. Sekitar tahun 1803 -1804 pesanggrahan tersebut merupakan bangunan megah. Pada tahun 1817 pesanggrahan di gunakan sebagai tempat istirahat saat beliau melewat ke wilayah bagian barat serta menikmati keindahan alam dan melihat hasil perkebunan kopi saat itu. Pembangunan di lanjutkan secara lebih intensif pada masa Sri Susuhunan Pakubuwono X, yang memerintah dari tahun 1893 -1939. Selama pemerintahannya, Pakubuwono X banyak membangun berbagai macam infrastruktur salah satunya yaitu pesanggrahan Pracimoharjo. Karena kemegahannya, pesanggrahan ini dahulu seperti miniatur keraton karena terdiri dari pendapa, tamansari yang lengkap dengan keputrennya, dan dalem ageng yang biasa di gunakan oleh Pakubuwono X untuk tetirah serta taman dan halaman yang luas.

14. Agrowisata Sayur Selo
Objek wisata ini di kawasan lereng Merapi dan Merbabu di daerah Selo yang penduduknya mayoritas sebagai petani. Daerah ini, menjadikan Selo penghasil sayur mayor dengan system organik. Aneka jenis sayuran seperti loncang, wortel, bunga kol, brokoli, sawi, labu, selada merah dan hijau yang segar bisa anda petik sendiri dari kebun langsung.


Terletak di kawasan objek wisata Selo, 25 km ke arah Barat dari Kabupaten Boyolali. Para pengunjung dapat menikmati dan memetik sendiri aneka ragam sayuran, antara lain : wortel, kol, daun adas, dan lain-lain.

15. Makam Ki Ageng Pantaran


Makam Ki Ageng Pantaran adalah salah satu tempat yang di jadikan tempat wisata ziarah di Boyolali. Selain makam itu sendiri ada pula petilasan Ki Kebo Kanigoro dan petilasan Syeh Maulana Malik Ibrahim Maghribi. Menurut juru kunci makam, Ki Ageng Pantaran adalah salah seorang tokoh penyebar agama Islam yang hidup di zaman kerajaan Demak Bintoro. Jasa Ki Ageng Pantaran banyak di kenal masyarakat setempat, ketika berhasil mendirikan masjid di tempat itu. ”Masjid inilah yang disebut masjid Pantaran yang artinya seusia atau sepantaran dengan pembangunan masjid Demak Bintoro,” kata Sardjono. Konon, wilayah yang kemudian di namakan Desa Pantaran itu semula kondisinya gersang. Tetapi kemudian menjadi makmur setelah Ki Ageng Pantaran bersama salah seorang pertapa berhasil menemukan mata air besar di perut gunung Merbabu. Mata air tersebut kini di kenal dengan nama Grojokan Sipendok. Airnya mengalir jernih melalui sungai yang membelah Desa PantaBint

16. Gunung Tugel


Gunung Tugel terletak di dukuh Kalangan, kira - kira 30 Km dari kota Boyolali ke arah Utara. Terdapat obyek wisata Khasanah yang di kunjungi setiap malam 1 Suro, malam Jumat dan malam Selasa Kliwon, lokasi makam Ki Ageng Singoprono yang menarik dengan letaknya yang sangat indah, sebab berada di atas gunung yang berhawa sejuk. Makam Ki Ageng Singoprono ini dapat di capai pengunjung melalui jalan berundak.


Di sisi sebelah tenggara terdapat pemandian umum Nglumpit. Gunung Tugel diapit dua buah gunung lainnya, yaitu Gunung Krisik di sebelah timur dan Gunung Giriloyo di sebelah barat. Ketiga gunung tersebut sejajar dan Gunung Tugel adalah yang tertinggi.

17. Petilasan Kebo Kanigoro
Sejarah yang menyelimuti Petilasan Ki Ageng Kebo Kanigoro masih tersimpan dan sang Juru Kunci yang ada di sini siap membagikan sejarah tersebut kepada pelancong yang datang kesini dengan membawa hal yang baik dan tidak bermaksud merusak apa yang ada karena masih sangat terjaga kebudayaan leluhur termasuk keasrian alamnya.


Untuk sampai di tempat Petilasan Ki Ageng Kebo Kanigoro cukup mudah dengan akses jalan yang baik dan terdapat petunjuk dari Desa Samiran, setelah melewati pintu depan petilasan yaitu gapura besar yang di atasnya di tulis dengan judul besar Kawasan Petilasan Kebo Kanigoro pelancong tinggal mengikuti jalan tersebut.

18. Candi Lawang





Candi ini berada di tengah perkampungan dan suasananya sangat sepi dan asri. Candi lawang merupakan kompleks candi Hindhu dengan struktur seperti kompleks candi prambanan, yaitu 3 candi utama dan 3 candi wahana. Berdasarkan hasil penelitian, Candi Lawang lebih tepat di sebut dengan “kompleks Candi Lawang” yang antara lain di tunjukkan oleh kompleksitas bangunan yang terdiri atas sedikitknya 6 bangunan. Ke enam bangunan yang sudah dapat di kenali adalah satu Bangunan Induk, dua bangunan perwara di kanan dan kiri bangunan induk, serta tiga bangunan di atas satu batur yang berada di depan ke tiga bangunan tersebut.

19. Tepak Noto

Di cepogo bukan hanya ada pesanggrahan pracimoharjo, candi lawang, dan candi sari. masih ada peninggalan sejarah di kawasan cepogo yaitu bekas telapak kaki kiri, situs ini ada dua tapak kaki yang terpisah. Tapak kaki ini milik sunan pakubuwono x dan permaisurinya yang berangka tahun 1835.


Tapak kaki di batu pertama di beri nama Selo Tapak Noto Sang Hyang Bathara Noto, yang konon merupakan tapak kaki kiri PB X. Sedangkan tapak kaki di batu kedua yang berada di belakang tapak pertama tersebut, di beri nama Selo Tapak Noto Sang Hyang Bathari Noto, yang di percaya sebagai tapak kaki permaisuri PB X.

20. Selo Pass


Pass berarti sebuah tempat di mana tempat tersebut  merupakan titik tertinggi yang ada jalan dalam di lalui oleh  angkutan umum. Selo Pass terletak antara dua gunung Merapi dan Merbabu. Mereka terletak di antara Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang. Selo terletak di ketinggian 1600 m. Tempat tersebut sangat  indah, sejuk dan nyaman. Kadang - kadang di sebut negeri di atas awan. Pass terletak di kabupaten Boyolali, sisi timur gunung merapi merbabu. Sekitar 12 km dari ketep pass. Terletak pada ketinggian 1600 - 1800 m, dengan pemandangan indah dan suhu yang sejuk. Hal menarik dari Selo pass adalah pemandangan gunung Merapi, merbabu, ladang pertanian, restaurants, homestay.

21. Makam Prabu Handayaningrat


Obyek wisata ini terletak di dukuh Malang, desa Dukuh, kecamatan Banyudono. Makam ini merupakan trah dari majapahit. Prabu Handayaningrat adalah ayah Ki Ageng Kebo Kenanga dan Ki Ageng Kebo Kanigara (Kebo Kanigoro), dan beberapa anak lainnya. Prabu Handayaningrat di kenal dengan nama Ki Ageng Pengging Sepuh. Dalam cerita fiksi Nagasasra Sabukinten karya S. H. Mintardja, tokoh fiktif Mahesa Jenar merupakan murid Ki Ageng Pengging Sepuh.

22. Agrowisata Samiran


Desa Wisata Samiran ini merupakan kawasan wisata yang menawarkan suasana pedesaan di kombinasikan dengan keindahan panorama Gunung Merapi dan Merbabu. Wisatawan juga dapat memetik sendiri aneka jenis sayur seperti loncang, wortel, bunga kol, brokoli, sawi, labu, selada merah dan hijau di kebun-kebun sayur milik penduduk yang mayortas berprofesi sebagai petani.

Itulah beberapa lokasi wisata yang dapat anda kunjungi ketika berada di Boyolali yang dapat Dambiro Tour & Travel informasikan. Tentu obyek wisata di atas hanya sebagian saja. Masih banyak wisata lain yang pastinya indah yang berada di Boyolali. Kabupaten Boyolali dulunya termasuk dalam karesidenan Surakarta. Lokasi tepatnya berada di sebelah utara Kota Solo. Kota yang di kenal dengan hasil berupa susu sapi ini, hasil susunya tak hanya di jual langsung kepada konsumen sebagai susu segar saja, akan tetapi juga di jual ke perusahaan susu. Wisata Boyolali memang belum terkenal seperti layaknya wisata Kota Semarang atau Solo, bahkan pengunjung yang datang di dominasi oleh wisatawan lokal saja. Akan tetapi Boyolali juga merupakan tempat asyik untuk menghabiskan liburan, kok. Kalau penasaran dengan kota ini, ayo berkunjung! Dambiro Tour & Travel juga dapat membantu perjalanan wisata anda.







Bagikan artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa berkomentar di sini ya